en-en
fr-fr
es-es
pt-pt

Kacou 37 (Kc.37) : Penafsiran sebuah mimpi
(Khotbah pada hari Minggu pagi, 25 Mei 2004 di Locodjro, Abidjan, Pantai Gading)
1 Inilah mimpi yang dialami seorang Saudara pada tahun 2000 dan ia mencari penafsirannya ke mana-mana, bahkan hingga ke Ghana. Ia tiba di sini, di jemaat ini, pada tanggal 25 April 2004, yaitu empat tahun setelah mimpi tersebut. Dan saya pikir mimpi ini patut kita perhatikan.
2 Ketahuilah bahwa seseorang tidak dapat menafsirkan suatu mimpi atau penglihatan jika ia bukan seorang nabi dan jika Allah belum mewahyukan apa pun kepadanya tentang mimpi itu. Peniruan adalah suatu kejahatan yang sangat besar. Jika seseorang berkata kepada Anda: « Saya melihat dalam mimpi atau penglihatan seekor burung merpati terbang di atas bait suci membawa sebuah amplop di paruhnya lalu burung merpati lain mengikutinya membawa kunci di paruhnya ». Apa yang akan Anda katakan? Apakah itu berasal dari Allah atau dari iblis? Dan jika Anda telah selesai menafsirkannya lalu ia berkata kepada Anda: « Saya tidak melihat hal semacam itu! Saya sendiri yang mengarangnya untuk menguji Anda! ». Namun, pertama-tama, orang yang melihat mimpi tersebut harus memohon kepada Allah untuk penafsirannya seperti yang kita lihat dalam Zakharia pasal 4.
3 Baik! Sekarang, mari kita masuk ke dalam mimpi ini. Peristiwa-peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 yang menunjukkan waktu petang. Pertama-tama di satu sisi, ia melihat « orang-orang di bawah sebuah bangsal mencoba meyakinkan seorang pria agar ia mau dibunuh dan bahwa ia akan bangkit karena ia telah menerima Yesus. Mereka membunuhnya setelah meyakinkannya, lalu mereka mengolahnya dan memakannya ». Itu adalah sihir dan kita tahu bahwa gereja-gereja Katolik, Protestan, Injili, dan Branhamis termasuk Islam dan Yudaisme adalah perkumpulan para penyihir. [Catatan Redaksi: Jemaat berkata: « Amin! »]. Mereka berusaha menginjili orang-orang dalam Nama Yesus Kristus dan ketika orang-orang itu menerima, mereka membunuh dan memakan mereka.
4 Saudara itu melanjutkan dan berkata: « Setelah itu, adik perempuan saya, yaitu orang-orang Branhamis, menunjukkan kepada saya satu-satunya jalan untuk menyelamatkan saya. Ada banyak sekali jalan tetapi ada satu yang berbeda dari yang lain karena keantikannya (kelamaannya). Ia menunjukkan jalan itu kepada saya tetapi ia sendiri menolak untuk mengikutinya ». Amin!
5 Jalan yang paling tua, Petrus, Paulus, Silas, dan Timotius telah melewatinya. Polikarpus, Irenius, Papias, Origenes, Hieronimus, Atanasius, Hilarius, Eusebius, Yohanes Krisostomus telah melewatinya. Martin Luther, Siprianus, Tertulianus, Yohanes Kalvin, Ulrich Zwingli, John Wesley, William Seymour, dan William Branham telah melewatinya. Dan sekarang nabi Kacou Philippe dan kelompoknya sedang melewatinya. [Catatan Redaksi: Jemaat berkata: « Amin! »].
6 Adiknya berkata kepadanya: « Semua jalan lainnya berputar-putar ». Setelah puluhan kilometer, saya menemukan jalan beraspal dan adik perempuan pertama saya. Kemudian kami dipindahkan ke sebuah tempat yang mirip rumah sakit dan kamp pengungsian. Di sana ada sekitar tiga puluh orang.
7 Kemudian, suatu pertempuran dimulai melawan saya. Saya merasa seolah-olah seluruh dunia bangkit melawan saya karena Firman Allah yang terikat di tangan kanan saya; tidak di dalam tangan saya melainkan terikat, tertambat di tangan kanan saya. Ada pertempuran untuk memotong tangan kanan saya atau membunuh saya. Saya melihat persenjataan perang dan seluruh dunia berdiri untuk memerangi saya. Dan sebuah imbalan yang besar dijanjikan kepada siapa saja yang membunuh saya.
8 Kemudian, saya melihat diri saya berada di sebuah kamp pertempuran; perang semakin sengit, saya berseru kepada Allah dan saya diubahkan, berpakaian sebagai ksatria Allah untuk memerangi seluruh dunia. Kemudian, di puncak pertempuran itu, saya berseru lagi kepada Allah dan beberapa malaikat mengambil rupa manusia dan turun dari Surga untuk bertempur di samping saya. Saya melihat bahwa itu adalah peristiwa akhir.
9 Apakah kalian memahami hal ini, Saudara-saudara? Inilah hal-hal yang akan terjadi selanjutnya dalam Pesan ini. Seluruh dunia akan bangkit melawan kita. Gereja-gereja yang kalian lihat di sekitar kita akan bangkit melawan kita. Bangsa-bangsa akan bangkit melawan kita, dan tidak ada seorang pun yang akan membela kita. Kalian lihat? Kepolisian dan pengadilan serta semua yang kalian lihat akan bangkit melawan kita. Dan Allah Yang Mahakuasa akan mengutus malaikat-malaikat-Nya ke samping kita agar kita dapat berdiri teguh dalam pertempuran ini. [Catatan Redaksi: Jemaat berkata: « Amin! »].
10 Sebagaimana pada zaman Tuhan Yesus Kristus dan para nabi, demikianlah gereja-gereja yang kalian lihat dengan Alkitab di tangan mereka akan bangkit melawan kita, dan kepolisian serta pengadilan akan menjadi kekuatan mereka. Dan ketahuilah bahwa sebagaimana dalam penglihatan itu, anak dombalah yang turun, maka kita akan menjadi seperti anak-anak domba di tengah-tengah mereka. Dan Allah Yang Mahatinggi akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menguatkan iman kita.
11 Siapakah malaikat-malaikat ini? Pertama-tama adalah para pengkhotbah dari Pesan ini lalu suatu fase nyata dari penyataan anak-anak Allah dan demikianlah yang akan terjadi dari generasi ke generasi, sampai kebangkitan orang-orang mati. Mereka keluar dan masuk sebagai pemenang, mereka keluar dan masuk sebagai pemenang …sampai mereka kembali pada kali yang lain dan berkata: « Kami telah memukul mundur musuh-musuh dan mereka berjanji akan mengejutkan kami ».
12 Dan ada seorang pria yang mengoordinasikan semuanya. Dan pria ini berkata kepada kalian untuk mengambil jalan pegunungan sekarang dan alih-alih mereka yang mengejutkan kalian, kalianlah yang akan mengejutkan mereka. [Catatan Redaksi: Jemaat berkata: « Amin! »].
13 Untuk jemaat kita di sini, setelah itulah terjadinya Seruan pertama dan itu adalah sekarang. Namun dalam fase dunia lah malaikat-malaikat Allah datang untuk memerangi roh-roh kudus [palsu] yang berasal dari rawa-rawa dan yang bertempur di samping gereja-gereja. Roh-roh kudus palsu yang sebenarnya adalah setan-setan yang berasal dari ordo-ordo mistik, sungai-sungai, dan rawa-rawa, dan semua itu datang menyerbu gereja-gereja untuk memerangi orang-orang kudus yaitu kita. Dan hal itu sedang terjadi sekarang.
14 Semua roh kudus yang kalian lihat di gereja-gereja Katolik, Protestan, Injili, dan Branhamis ini adalah setan-setan tenung. Mereka adalah setan-setan yang akan berperang melawan kita. Dan selain setan-setan ini, kita harus memperhitungkan kepolisian, pengadilan, bangsa-bangsa, dan semua organisasi di bumi.
15 Namun tidak peduli apa pun yang akan terjadi pada kalian, berdirilah teguh sampai akhir. Karena kalian memiliki upah di Surga, upah yang tidak akan pernah binasa. Allah akan mengusap air mata kalian. Berdirilah teguh dalam penderitaan, di dalam penjara! Tidak peduli apa pun penganiayaannya, berdirilah teguh! Suatu hari, sukacita kalian akan menjadi abadi di Surga. [Catatan Redaksi: Jemaat berkata: « Amin! »].
16 Namun saya tegaskan bahwa mimpi ini, khususnya bagian kedua dari mimpi ini, tetap merupakan sebuah nubuat bahkan bagi kita. Dari masa kanak-kanak sampai ia datang kepada Pesan ini, ia berada di gereja Pentakosta dan ia melihat tukang-tukang sihir pria dan wanita sedang menginjili dalam Nama Yesus Kristus. Kalian lihat? Orang-orang Katolik, Protestan, Injili, dan Branhamis ini, di mata Allah adalah tukang-tukang sihir. Saya Kacou Philippe, hamba Yesus Kristus, mengatakannya kepada kalian berdasarkan penglihatan tanggal 24 April 1993. [Catatan Redaksi: Jemaat berkata: « Amin! »].
17 Semua gereja yang kalian lihat ini adalah perkumpulan para penyihir. Pujian mereka, doa mereka, semua yang mereka lakukan adalah pemanggilan Satan. Di luar apa yang sedang Allah lakukan di sini, semua sisanya hanyalah mantra, guna-guna, dan ilmu sihir meskipun itu dilakukan dalam Nama Yesus Kristus. Itu adalah setan-setan. Namun jika kalian diundang ke sana untuk berkhotbah, pergilah!
18 Jika seseorang yang telah mengetahui Pesan ini mengundang kita untuk berkhotbah, tidak ada masalah sama sekali. Saya siap pergi berkhotbah ke mana saja saya diundang untuk menjelaskan atau mengkhotbahkan Pesan ini. Mengapa? Karena seperti kalian, anak-anak Allah yang sejati masih berada dalam tawanan di gereja-gereja Katolik, Protestan, Injili, dan Branhamis tersebut. Dan anugerah Allah harus dapat menjangkau mereka di sana agar mereka dapat percaya kepada nabi yang hidup pada zaman mereka, untuk memperoleh Hidup yang kekal. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!