



Kacou 62 (Kc.62) : SIAPAKAH ENGKAU, TUAN?
(Khotbah pada Rabu malam, 30 Mei 2007 di Abobo, Abidjan - Pantai Gading)
1 Berbicara tentang ketidakbersalahan, saya telah mengatakan bahwa hal itu harus dipandang sebagai sebuah meterai, dalam arti cap atau stempel; artinya, sebelum nabi tampil di hadapan umum, Allah menaruh suatu tanda pada dirinya, Dia menulis pada dirinya: «tidak dapat salah». Jadi, tidak peduli apa yang akan dia lakukan atau katakan, dia tidak dapat salah.
2 Dan Allah dapat mengizinkan hal-hal tertentu untuk memisahkan lalang dari gandum, tetapi hal itu sama sekali tidak akan memengaruhi ketidakbersalahan nabi ini. Kalian lihat? Itulah sebabnya Alkitab tidak pernah menceritakan kehidupan seorang nabi utusan. Alkitab berkata bahwa raja ini atau raja itu melakukan apa yang baik atau jahat di mata TUHAN, tetapi bagaimana mungkin dikatakan bahwa seorang nabi utusan tidak berjalan lurus di hadapan Allah? Kalian lihat?
3 Baik! Sekarang mari kita buka Alkitab kita dalam kitab Kisah Para Rasul. Kisah Para Rasul pasal 9 dan mari kita membaca lima ayat pertama. Saya akan membacanya! «Sementara itu Saulus, yang masih mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan, pergi kepada imam besar dan meminta surat-surat darinya untuk sinagoga-sinagoga di Damsyik, supaya jika dia menemukan beberapa orang yang mengikuti Jalan itu, baik laki-laki maupun perempuan, dia dapat membawa mereka dalam keadaan terikat ke Yerusalem. Dalam perjalanannya, ketika dia sudah dekat Damsyik, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilinginya seperti kilat. Ia jatuh ke tanah dan mendengar suara yang berkata kepadanya: Saulus! Saulus! Mengapa engkau menganiaya Aku? Dan ia berkata: Siapakah Engkau, Tuhan?»
4 Kalian lihat? Paulus berkata kepada cahaya itu: «Siapakah Engkau, Tuhan?» Inilah permulaan Kekristenan dan tidak mungkin berbeda dari permulaan Yudaisme. Musa di sisi yang lain! Paulus di sisi ini! Malaikat dari semak yang menyala itu adalah Allah sendiri dan di sisi ini, malaikat di jalan menuju Damsyik adalah Tuhan Yesus Kristus, Allah sendiri. Kalian lihat?
5 Musa bertemu dengan yang supernatural dan melihat semak yang tidak terbakar. Dan Musa berkata kepada malaikat yang memberikan tugas kepadanya: Siapakah Engkau, Tuhan, supaya saya dapat menyampaikannya kepada orang-orang Yahudi ketika mereka bertanya kepada saya? Kalian lihat? Musa berkata: Benar bahwa Allah itu supernatural dan semak yang menyala ini bukanlah pekerjaan manusia, tetapi siapakah Engkau, Tuhan? Dan Allah berkata kepadanya: «… Demikianlah harus kaukatakan kepada orang Israel: AKU ADALAH AKU telah mengutus aku kepadamu». Apa yang terjadi di sana, pada permulaan Yudaisme, merupakan suatu tanda bagi semua orang Yahudi dan Paulus, seorang anak Yudaisme yang layak, tidak dapat berbuat selain menerapkannya. Kalian lihat?
6 Paulus berjalan dengan penuh keyakinan menuju Damsyik dan tiba-tiba cahaya bersinar dari langit. Cahaya ini lebih kuat daripada semua pengurapan gereja-gereja Katolik, Protestan, Evangelikal dan Branhamis, termasuk Islam dan Yudaisme, jika semuanya digabungkan. Dan cahaya ini membuat Paulus jatuh karena pada saat itu dia adalah seorang penentang Kristus. Cahaya ini tidak pernah dapat membuat suatu jiwa yang malang yang sedang mencari kasih karunia Allah jatuh. Kalian lihat?
7 Setiap pengurapan yang membuat suatu jiwa yang malang yang sedang mencari kesembuhan atau pembebasan jatuh adalah dari Iblis! [Catatan: Jemaat berkata: Amin!] Di hadapan musuh-musuh atau penentang-penentang Allah, api dipanggil! Di hadapan Sodom dan Gomora, api dipanggil! Di hadapan lima puluh orang pasukan Ahazia, api dipanggil! Tetapi siapa pun yang memanggil api atas suatu jiwa yang malang yang sedang mencari kesembuhan atau pembebasan adalah setan yang menjelma! [Catatan: Jemaat berkata: Amin!] …
8 Baik! Apa yang dilakukan Musa di hadapan wahyu besar ini? Dia bertanya kepada suara yang berbicara kepadanya: Siapakah Engkau, Tuhan? Amin! Dan di jalan menuju Damsyik, ketika cahaya itu bersinar, Paulus jatuh. Paulus kehilangan seluruh kekuatannya, Paulus kehilangan kesadaran. Dia melihat bahwa itu adalah akhir hidupnya!
9 Paulus melihat kematian, tetapi ketika dia sadar kembali, apa yang terjadi? Apakah dia berkata: Ini terlalu supernatural, jadi ini pasti Allah? Tidak! Apakah dia berkata: Melihat kuasa ini, pasti Allah Yang Mahakuasa yang telah turun di gunung Sinai? Kalian lihat? Tetapi dia mengajukan pertanyaan lama dan terakhir yang selalu diajukan Musa dan para leluhur. Paulus berkata: Aku telah melihat kemuliaan-Mu yang besar, aku telah melihat kuasa-Mu yang besar yang telah menjatuhkanku, aku telah mendengar suara-Mu seperti guruh, … TETAPI SIAPAKAH ENGKAU, TUHAN? [Catatan: Jemaat berkata: Amin!] Engkau telah mengalahkanku, itu benar, tetapi siapakah Engkau? Kalian lihat?
10 Siapakah Engkau, Tuhan? Inilah pertanyaan yang telah gagal diajukan oleh umat manusia hari ini. Jika ada banyak nabi palsu dewasa ini, itu karena umat manusia telah mengabaikan hal ini. Lihatlah di bumi, berapa banyak orang Yahudi yang disesatkan oleh Tommy Osborn, Billy Graham, Morris Cerullo atau Yonggi Cho? Tidak ada, mereka tidak teralihkan. Kalian lihat?
11 Jika ada kedutaan Israel di negara kita, itu karena ada orang-orang Yahudi di sini, tetapi berapa banyak dari mereka yang berada di gereja-gereja kita? Tidak ada! Kalian lihat? Jika Benny Hinn menjatuhkan seorang Yahudi sejati dalam suatu pertemuan doa, orang Yahudi itu akan berteriak kepadanya: Saya melihat bahwa engkau adalah seorang yang berkuasa, tetapi siapakah engkau? Kalian lihat? [Catatan: Jemaat berkata: Amin!]
12 Lihatlah kasus Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 1:19-23: «Dan inilah kesaksian Yohanes, ketika orang-orang Yahudi mengutus imam-imam dan orang-orang Lewi dari Yerusalem untuk bertanya kepadanya: Siapakah engkau? Ia mengaku dan tidak menyangkalnya, tetapi mengaku: Aku bukan Kristus. Dan mereka bertanya kepadanya: Kalau begitu, siapakah engkau? Apakah engkau Elia? Dan ia berkata: Bukan. Apakah engkau nabi itu? Dan ia menjawab: Bukan. Lalu mereka berkata kepadanya: Siapakah engkau, supaya kami dapat memberi jawaban kepada mereka yang mengutus kami? Apa katamu tentang dirimu sendiri? Dan ia berkata: Aku adalah suara orang yang berseru-seru di padang gurun!». Kalian lihat?
13 Ketika orang-orang Yahudi mengetahui semua yang dilakukan Yohanes Pembaptis, apa yang mereka lakukan? Apakah mereka mengutus imam-imam dan orang-orang Lewi untuk pergi melihat apakah hal-hal yang mereka dengar itu benar? Tidak! Apakah mereka mengutus imam-imam dan orang-orang Lewi itu untuk melihat keberhasilan pelayanannya, banyaknya pertobatan dan pakaian yang dikenakannya? Tidak!
14 Apakah mereka mengutus imam-imam dan orang-orang Lewi itu untuk meminta kerja sama atau meminta Yohanes Pembaptis masuk ke dalam federasi gereja-gereja? Tidak! Kalian lihat? Apakah mereka mengutus imam-imam atau orang-orang Lewi itu untuk mengundang Yohanes Pembaptis datang berkhotbah di sinagoga-sinagoga mereka? Tidak! Tetapi Alkitab berkata bahwa orang-orang Yahudi mengutus imam-imam dan orang-orang Lewi untuk bertanya kepada Yohanes siapa dirinya? [Catatan: Jemaat berkata: Amin!].
15 Yohanes berkata: Saya bukan Kristus! Mereka berkata: Baiklah, tetapi siapakah engkau? Dia berkata: Saya bukan ini atau itu, tetapi mereka berkata: Baiklah, tetapi sebenarnya siapakah engkau? Katakan kepada kami siapa dirimu! Kalian lihat? Bahkan jika Yohanes berkata: «Saya mempunyai tiga ribu pengikut di sini, saya mempunyai jemaat di setiap kota, saya mempunyai jemaat di Prancis, di Belgia, … Saya telah melakukan mukjizat ini dan itu… Saya telah menulis buku ini dan itu… Saya mempunyai dua puluh tahun pengalaman…», orang-orang Yahudi ini tidak akan teralihkan! Yang menarik bagi mereka adalah siapa dirinya! [Catatan: Jemaat berkata: Amin!].
16 Apakah Alkitab mengatakan bahwa pada zaman yang kita hidupi ini, di tempat ini, seorang manusia akan melakukan apa yang sedang engkau lakukan, sebagaimana yang terjadi pada para nabi dalam Alkitab? [Catatan: Jemaat berkata: Amin!]. Kalian lihat? Meskipun orang-orang Yahudi telah tersesat, meskipun dikatakan dalam Yohanes 8:44 bahwa mereka adalah anak-anak Iblis, setidaknya mereka memiliki kebijaksanaan untuk bertanya kepada Yohanes siapa dirinya karena darah Yahudi mengalir dalam diri mereka. [Catatan: Jemaat berkata: Amin!].
17 Lakukanlah apa pun yang kalian mau di hadapan seorang Yahudi, milikilah ketenaran, bangkitkanlah orang mati, milikilah seluruh dunia di belakang kalian, … dia akan bertanya kepada kalian: TUAN, SIAPAKAH ENGKAU? [Catatan: Jemaat berkata: Amin!]. Karena inilah yang telah diabaikan oleh umat manusia. Jika hari ini para uskup, nabi, pendeta Katolik, Protestan, Evangelikal dan Branhamis menyesatkan bumi, itu karena umat manusia telah mengabaikan pertanyaan ini. Karena mereka adalah anak-anak Iblis, maka bagi mereka segala sesuatu yang supernatural adalah Allah. Kalian lihat?
18 Jika kalian turun ke dalam semak yang menyala, seperti Musa, setiap orang Yahudi atau anak Allah, kecil maupun besar, akan bertanya kepada kalian siapa diri kalian! Buatlah seorang Yahudi jatuh dalam suatu kebaktian doa, ketika dia masih terbaring di tanah seperti Paulus, dia akan berteriak kepada kalian: «Siapakah engkau, Tuan?» Tetapi seorang anak Iblis akan berkata: «Oh! Lihat betapa berkuasanya dia!» Kalian lihat?
19 Bahkan jika seorang malaikat turun, sama saja! Anak Allah akan bertanya kepada malaikat itu: «Siapakah engkau, Tuan?» Itulah! Apakah Alkitab mengatakan bahwa pada zaman yang kita hidupi ini, engkau akan datang… Allah akan mengutus seseorang seperti engkau untuk menyatakan apa yang sedang engkau lakukan? Itulah.
20 Dalam Lukas 1, seorang laki-laki mengatakan hal-hal yang aneh kepada Zakharia. Dan Zakharia tidak tahu bahwa dia adalah seorang malaikat. Jika setelah mendengar hal-hal itu dia langsung bertanya siapa laki-laki tersebut, dia tidak akan menjadi bisu! Kalian lihat? Itu merupakan kebingungan bagi seorang imam seperti dia.
21 Sekarang mari kita membaca ini dalam Lukas 1:19: «Dan malaikat itu menjawab dan berkata kepadanya: Aku adalah Gabriel, yang berdiri di hadapan Allah, dan aku telah diutus untuk berbicara kepadamu…». Zakharia tidak perlu memperhatikan usia tua istrinya, tetapi dia harus berkata sederhana kepada laki-laki ini: «Apa yang engkau katakan kepadaku itu aneh! Seorang manusia tidak dapat mengatakan hal seperti itu, siapakah engkau, Tuhan?» Tetapi sebaliknya, dia yang adalah orang Yahudi dan terlebih lagi seorang imam, berbicara tentang usia tuanya. Sampai-sampai Gabriel menjawab pertanyaan itu dengan berkata: «Aku adalah Gabriel yang berdiri di hadapan Allah».
22 Telusurilah seluruh Alkitab dan kalian akan melihat bahwa memang demikian. Ketika Yohanes Pembaptis sendiri mengutus murid-muridnya kepada Yesus, itu bukan untuk melihat apakah berita tentang mukjizat yang sampai kepadanya itu benar; tetapi pertanyaannya adalah: SIAPAKAH ENGKAU? Apakah Engkau benar-benar Kristus? Kalian lihat?
23 Dan Yesus sendiri dalam Matius 16, ketika melihat murid-murid-Nya, merasa kasihan. Orang-orang mengikuti-Nya karena Dia berbicara tentang Allah, Musa, hukum Taurat dan para nabi; Dia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati… tetapi tidak seorang pun dari murid-murid berani bertanya siapa Dia. Bagi mereka, Dia adalah seorang manusia Allah yang sejati, itu saja! Dan suatu hari, Yesus sendiri mengajukan pertanyaan itu sebagai ganti mereka.
24 Saya akan membaca ini dalam Matius 16:13-14: «Ketika Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: Kata orang, siapakah Aku, Anak Manusia itu? Jawab mereka: Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia; dan yang lain: Yeremia atau salah seorang dari para nabi. Lalu Ia berkata kepada mereka: Tetapi menurut kalian, siapakah Aku?» [Catatan: Jemaat berkata: Amin!] Kalian lihat? Mereka bahkan tidak tahu siapa yang mereka ikuti! Yang penting bagi mereka adalah bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Musa dan para nabi. Itulah yang telah diabaikan oleh umat manusia hari ini. Kalian lihat?
25 Jika kalian melihat bahwa Tommy Osborn, Yonggi Cho, Chris Oyakhilome, David Owuor, Emmanuel Makandiwa, Uebert Angel, T. B. Joshua, David Oyedepo, Ewald Frank, Morris Cerullo atau Reinhard Bonnké adalah supernatural, logika Alkitab mengharuskan agar kepadanya ditanyakan: «Tuan, siapakah engkau? Apakah Alkitab mengatakan bahwa engkau akan melakukan apa yang sedang engkau lakukan hari ini? Apakah Alkitab telah memberitakanmu seperti Yohanes Pembaptis? Apakah Alkitab mengatakan bahwa pada zaman yang kita hidupi ini, seorang dari bangsamu akan bangkit pada generasi ini untuk melakukan apa yang sedang engkau lakukan? Apakah ALLAH telah memanggil dan mengutusmu seperti Musa, Paulus atau salah seorang nabi? …Kami semua melihat mukjizatmu, pengurapanmu, pengetahuanmu, tetapi siapakah engkau? Katakan kepada kami siapa dirimu! …».
26 Jika kalian melihat bahwa Joël Osteen, T.D. Jakes, Doug Batchelor, Billy Graham, Edir Macedo, Valdemiro Santiago, Silas Malafaia, Paula White, Joyce Meyer, Alberto Mottesi, Claudio Freidzon atau Dante Gebel adalah supernatural, itulah pertanyaan yang harus kalian ajukan jika kalian adalah anak Allah.
27 Jika kalian melihat bahwa Benny Hinn, Manasseh Jordan, Joaquim Gonçalves, Donald Parnell, Alejandro Bullón atau Guillermo Maldonado adalah supernatural, logika Alkitab mengharuskan agar kepadanya ditanyakan: «Tuan, siapakah engkau? Apakah Alkitab mengatakan bahwa engkau akan melakukan apa yang sedang engkau lakukan? Apakah Alkitab telah memberitakanmu seperti Yohanes Pembaptis? Apakah Alkitab mengatakan bahwa pada zaman yang kita hidupi ini, seorang dari bangsamu akan bangkit pada generasi ini untuk melakukan apa yang sedang engkau lakukan? Apakah ALLAH telah memanggil dan mengutusmu seperti Musa, Paulus atau salah seorang nabi? …Kami semua melihat mukjizatmu, pengurapanmu, pengetahuanmu, tetapi siapakah engkau? Katakan kepada kami siapa dirimu! …». Tetapi mereka tidak akan dapat menjawab karena mereka adalah penyihir dan ahli sihir menurut Yoel 2:28 dan 1 Korintus 2:4-5. [Catatan: Jemaat berkata: Amin!].
28 Siapakah kalian, Tuan? Kalian, Benediktus XVI… Kalian, para presiden gereja… Kalian, para pendeta, Uskup… Kalian, para nabi yang memiliki pengurapan… Kalian yang mendirikan gereja, misi dan pelayanan, siapakah kalian? Kalian yang mengenakan jubah panjang berbulu, kalian yang wanginya di hadapan manusia merupakan bau busuk di hadapan Allah seperti bau kambing berbulu dalam Daniel 8, siapakah kalian? Kalian yang poster-poster dan foto-fotonya memenuhi dinding-dinding, siapakah kalian? SIAPAKAH KALIAN, TUAN-TUAN? Berdasarkan mandat ilahi apa kalian melakukan semua ini?
29 Katakan kepada kami siapa dirimu supaya kami dapat mengatakannya kepada mereka yang akan menanyakannya kepada kami. Apakah engkau Matius 25:6 yang menjadi manusia? Apakah engkau Kristus? Apakah engkau nabi itu? Apakah engkau terang dunia? Apakah engkau orang yang memiliki kunci Kerajaan Surga hari ini di bumi?… Jadi, siapakah engkau, Tuan? Katakan kepada kami siapa dirimu? …Ya Allah! Terima kasih dan segala kehormatan bagi-Mu sampai selama-lamanya! [Catatan: Jemaat berkata: Amin!].
30 Marilah kita berdiri dalam roh doa… Jika kalian berada di sini untuk pertama, kedua, bahkan ketiga kalinya dan kalian belum menerima Pesan ini, angkatlah tangan kalian untuk mengatakan bahwa saya percaya Pesan ini adalah Pesan yang telah datang dari Surga seperti bahtera Nuh pada zaman ini untuk keselamatan saya. Angkatlah tangan kalian untuk mengatakan bahwa kalian menerimanya sekarang!…
31 Dan setelah mendengarkan Pesan ini, jika kalian percaya bahwa saya adalah nabi yang harus datang untuk generasi kita menurut Matius 25:6 dan Wahyu 12:14, angkatlah tangan kalian dan mintalah apa yang kalian inginkan berdasarkan iman ini dan hal itu akan diberikan kepada kalian! Dan semoga Allah memberkati kalian dan memberkati komitmen kalian untuk selama-lamanya! Amin!