1 Baik! Mengenai pengakuan tentang ketelanjangan, saya menegaskan bahwa kalian tidak berdosa ketika pandangan kalian tertuju pada seorang perempuan yang berpakaian tidak pantas atau pada sebuah gambar yang tidak suci, lalu kalian segera memalingkan pandangan tanpa melihat untuk kedua kalinya.
2 Baik! Saya mencatat di sini dua pertanyaan yang ingin saya jawab. Yang pertama adalah: «Saudara Philippe, mengapa Allah menciptakan serangga?» Kalian lihat?
3 Kita tidak melihat pentingnya mereka dalam kehidupan, tetapi sebenarnya serangga memiliki peranan penting. Misalnya lalat, ulat, belatung dan yang lainnya turut serta dalam penguraian segala sesuatu yang telah mati agar kembali menyuburkan tanah untuk benih-benih yang akan datang. Terutama karena itulah Allah menciptakan mereka. Kalian lihat?
4 Serangga turut berperan dalam kelangsungan hidup manusia. Membuat salah satu jenis serangga menghilang akan menyebabkan gangguan dalam rencana Allah.
5 Sama seperti pada mulanya, Allah sebenarnya bisa saja membuat Kain mati begitu saja. Tetapi Dia tidak melakukannya, karena pada suatu tempat kita akan membutuhkan Kain dan anak-anaknya. Jika hari ini kita memiliki mobil, pesawat, telepon genggam… itu berkat Tubal-Kain. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
6 Alkitab berkata dalam Kejadian 4:22: «Dan Zila juga melahirkan Tubal-Kain, yang menjadi penempa segala perkakas dari tembaga dan besi». Kalian lihat, dialah bapak para industrialis, dan dia adalah anak Kain. Kalian lihat? Ketika Allah mengutuk Kain dalam perkara-perkara rohani, Dia membuatnya berbakat dalam perkara-perkara duniawi. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
7 Demikian juga, lihatlah para imam, pendeta, nabi dan pemimpin agama di seluruh bumi ini. Mereka juga berguna bagi kita seperti serangga dan Tubal-Kain. Kalian ingat bahwa di Amerika Serikat, David Wilkerson, salah seorang dari mereka, membuat beberapa penjahat, termasuk Nicky Cruz, tidak lagi membahayakan orang lain dengan menginjili mereka.
8 Jadi, jika Allah tidak membiarkan Kain hidup, para imam dan pendeta Katolik, Protestan, Injili dan Branhamis, termasuk mereka yang berasal dari Islam atau Yudaisme, tidak akan dilahirkan untuk menjinakkan jutaan binatang liar ini dan menguasainya di dalam gereja-gereja dan masjid-masjid tersebut. Dan kita tidak akan dapat berjalan dengan mudah di bumi. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»]. Kalian lihat? Mereka sama pentingnya dengan serangga. Gereja-gereja dan masjid-masjid turut berperan dalam keamanan kita.
9 Baik! Pertanyaan kedua adalah: «Saudara Philippe, dapatkah seseorang diselamatkan di luar Pesan yang kamu beritakan?» Jawabannya adalah: tidak! Itu tidak mungkin. Pertama-tama saya akan membaca Kisah Para Rasul 10, saya akan menunjukkan kepada kalian dua ayat di sana. Kemudian satu ayat lagi di pasal 11.
10 Anak-anak iblis berpikir bahwa seseorang dapat hidup dengan baik, memiliki hati yang murni dan diselamatkan tanpa harus menerima apa yang sedang Allah kerjakan pada zamannya. Padahal dalam suatu generasi, apa yang sedang Allah kerjakan adalah satu-satunya pintu Keselamatan pada generasi itu. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
11 Karena Kornelius adalah seorang anak Allah, Allah tidak membiarkannya mati bersama orang-orang Farisi, Saduki, Helenis, Herodian, Eseni… dan seterusnya. Tetapi Dia menuntunnya kepada Kebenaran pada zamannya, kepada Petrus, orang yang memegang kunci-kunci Kerajaan pada generasinya. Dan jika kalian adalah anak Allah hari ini, Allah akan melakukan hal yang sama terhadap kalian. Mengapa? Karena Dia tetap sama kemarin, hari ini dan selama-lamanya.
12 Jika hati kalian murni dan kalian benar-benar baik, tidak mungkin Allah tidak menuntun kalian ke sini. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»]. Pada zaman Nuh, jika hati kalian murni dan benar di hadapan Allah, kalian akan masuk ke dalam bahtera Nuh. Jika kalian mengatakan bahwa hati kalian murni, hati kalian benar di hadapan Allah, kalian sendirilah yang mengatakannya, tetapi ketika kalian masuk ke dalam bahtera Nuh, barulah kita akan melihat bahwa hati kalian benar-benar murni. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
13 Sekarang mari kita mengambil Kisah Para Rasul 10:1 sampai 3, ini berbicara tentang Kornelius. Ikutilah dengan baik! «Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira dari pasukan yang disebut pasukan Italia, seorang yang saleh dan takut akan Allah bersama seluruh isi rumahnya, yang banyak memberi sedekah kepada rakyat dan senantiasa berdoa kepada Allah, melihat dengan jelas dalam suatu penglihatan, … seorang malaikat Allah masuk kepadanya dan berkata kepadanya: Kornelius! Doa-doamu dan sedekahmu telah naik menjadi suatu peringatan di hadapan Allah. Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope dan mintalah Simon yang disebut Petrus datang». Amin!
14 Alkitab berkata bahwa Kornelius adalah seorang yang saleh! Kemudian Alkitab berkata bahwa ia takut akan Allah bersama seluruh isi rumahnya. Saya menegaskan bahwa ia takut akan Allah bersama seluruh isi rumahnya, bersama istri dan anak-anaknya. Ia banyak memberi sedekah kepada rakyat, bukan hanya kepada orang-orang dari keluarga atau sinagogenya sendiri, tetapi kepada seluruh rakyat. Kemudian Alkitab berkata bahwa ia berdoa dan berpuasa terus-menerus. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 11:13 sampai 14, dikatakan tentang Kornelius: «Dan ia menceritakan kepada kami bagaimana ia telah melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope dan mintalah Simon yang disebut Petrus datang, yang akan mengatakan kepadamu hal-hal yang olehnya engkau akan diselamatkan, engkau dan seisi rumahmu». [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
15 Malaikat itu tidak datang untuk menguatkannya, atau memberkatinya, atau menumpangkan tangan kepadanya, atau menyuruhnya berpuasa lebih banyak hari, atau mengatakan kepadanya bahwa ia sudah diselamatkan, tetapi untuk menuntunnya kepada seorang manusia, yaitu Petrus, orang yang pada waktu itu di bumi memegang kunci-kunci Kerajaan Surga.
16 Dan hari ini, sekalipun kalian adalah seorang pendeta sejati, nabi atau yang lainnya, dan apa yang kalian lakukan benar-benar naik kepada Allah, Allah tidak akan pernah mengutus seorang malaikat untuk mengatakan kepada kalian agar melakukan sesuatu yang lain selain datang kepada nabi yang hidup pada zaman kalian, karena dialah yang memegang kunci-kunci Kerajaan dan Firman Kehidupan kekal yang olehnya kalian akan diselamatkan, kalian dan mereka yang mengikuti kalian. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
17 Segala sesuatu yang dilakukan Kornelius adalah baik, tetapi Firman dari orang yang memegang kunci satu-satunya pintu Kerajaan Surga itulah yang akan menyelamatkan dia dan seluruh isi rumahnya. Tanpa itu, ia akan dengan mudah berakhir di neraka. Jika Kornelius tidak menerima apa yang sedang Allah kerjakan pada zamannya, meskipun hatinya benar-benar tulus, ia akan berakhir di neraka.
18 Petrus tidak mati di kayu salib Kalvari, tetapi Petruslah yang memiliki Firman Kehidupan kekal dan kunci-kunci Kerajaan Surga. Kacou Philippe tidak mati di kayu salib Kalvari untuk kalian, tetapi Kacou Philippe-lah yang memiliki Firman Kehidupan kekal dan kunci-kunci Kerajaan Surga untuk keselamatan kalian hari ini. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
19 Bukti bahwa Kornelius adalah orang baik adalah bahwa ia menerima apa yang sedang Allah kerjakan pada zamannya. Kalian lihat? Yang menyelamatkan adalah Firman Allah yang hidup pada zamanmu. Dan Firman yang hidup adalah firman yang berasal dari seorang nabi yang hidup. Firman Allah yang hidup hari ini, Firman Allah yang hidup dalam suatu generasi, adalah Firman Allah yang keluar dari mulut nabi generasi tersebut selama nabi itu masih hidup di bumi. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
20 Pada mulanya adalah Firman! Bukan gereja, melainkan Firman! Dan jika Firman itu benar-benar yang menciptakan kalian, kalian tidak akan pernah berkata: «Saya mencari gereja yang baik!» tetapi kalian akan berkata: «Di manakah nabi yang hidup pada zaman saya, di manakah Injil zaman saya?» [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
21 Di sini, malaikat berkata kepada Kornelius: «Segala sesuatu yang kamu lakukan adalah baik. Kamu pergi ke gereja, kamu banyak berdoa dan berpuasa, kamu saleh, kamu tidak berbuat jahat, kamu takut akan Allah, kamu memberi persembahan… tetapi kamu akan masuk neraka jika kamu tidak menerapkan Yohanes 6:28 sampai 29 yang mengatakan bahwa pekerjaan Allah adalah percaya kepada Dia yang telah diutus-Nya». [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
22 Pada zaman Nuh, pekerjaan Allah adalah percaya kepada Nuh, nabi yang hidup di tengah-tengah bangsanya. Pada zaman Musa, pekerjaan Allah adalah percaya kepada Musa, nabi yang hidup di tengah-tengah bangsanya. Pada zaman Tuhan Yesus Kristus, pekerjaan Allah adalah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Nabi yang hidup di tengah-tengah bangsa-Nya.
23 Dan hari ini, pekerjaan Allah adalah percaya kepada nabi Kacou Philippe, nabi yang hidup di tengah-tengah generasi ini. Pekerjaan Allah adalah Yohanes 6:28 sampai 29. Dan itulah yang dikatakan dalam penglihatan tahun 1993: «… Pada waktu yang telah ditentukan, engkau akan memahami dan mengajarkan apa yang tidak engkau pelajari supaya siapa pun yang percaya memperoleh Hidup kekal».
24 Dan dalam kata «siapa pun», harus dihitung semua orang, tidak peduli siapa kalian dan apa kalian, tidak peduli iman kalian dan kemurnian hati kalian, bahkan jika Allah mengutus seorang malaikat dari Surga kepada kalian, itu adalah untuk menuntun kalian kepada apa yang sedang Dia kerjakan pada zaman kalian. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
25 Dan dalam minggu ini, saya bertanya kepada seorang pendeta, saya berkata kepadanya: «Tuan, pada zaman Nuh, apakah mungkin ada seseorang di suatu tempat di bumi yang juga melakukan pekerjaan Allah?» Dan dia tidak dapat menjawab. Saya mengulangi lagi: «Tuan, maksud saya, pada zaman Tuhan Yesus Kristus, ketika Tuhan Yesus Kristus sedang berkhotbah di bumi, apakah mungkin ada satu orang saja di suatu tempat di muka bumi yang juga melakukan pekerjaan Allah?»
26 Dan mulutnya tertutup, dan demikianlah mulut mereka akan tertutup di bumi dan di Surga selama-lamanya! Itu adalah pertanyaan yang menanti mereka pada penghakiman dan mereka akan menjawab mengenai hal itu! [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»]. Allah itu satu di Surga dan mulut-Nya satu di bumi, dan mulut Allah adalah nabi-utusan yang hidup. Kunci-kunci Kerajaan hanya dapat berada bersama satu orang saja pada satu waktu di bumi. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
27 Baik! Kita tahu bahwa Roh Daniel harus bekerja pada zaman kita. Berbicara tentang bahasa yang tidak dikenal, fase terbesar dari pelayanan adalah Roh Daniel. Namun suatu Roh Allah bekerja dalam keadaan-keadaan tertentu. Itulah yang menjadi ciri-Nya. Kalian lihat?
28 Ketika Roh Daniel bekerja di sana, itu berada di Babel. Dan ketika Roh Daniel bekerja di sisi ini, itu berada di Babel dengan istana Nebukadnezar, di tempat terdapat bangunan keagamaan yang paling termasyhur di dunia. Dan Daniel dapat berbicara tentang empat kerajaan: kerajaan Babel, kerajaan Media dan Persia, kerajaan dunia Yunani dan kerajaan Romawi yang ada di sana, sebagaimana telah dinyatakan kepada kita dalam khotbah: «Misteri empat binatang yang telah kaulihat».
29 Dan di Afrika… Saya selalu mengatakan bahwa ratu Syeba sendiri bukanlah bagian dari Afrika. Buktinya adalah bahwa ketika Allah mengunjungi orang-orang Afrika, pada saat itulah orang-orang Falasha, anak-anak ratu Syeba, kembali ke Israel. Jadi, ratu Syeba tidak ada hubungannya dengan Afrika. Tidak ada kebingungan dalam Allah.
30 Baik! Perhatikan ini: ternyata ratu Syeba, perempuan Etiopia ini, pergi kepada orang terbesar pada zamannya. Kejadian 2:13 mengatakan bahwa Kush, yaitu Etiopia, berada di taman Eden dan bahwa gerhana tanggal 29 Maret melintasinya. Kush adalah Etiopia, Kejadian 10:6. Etiopia harus memiliki kemasyhuran di bumi.
31 Sekarang, apa yang sebenarnya terjadi dengan perempuan Etiopia ini? Dan sekali lagi Etiopia muncul di panggung bersama nabi Musa. Ada seorang perempuan Etiopia yang pergi kepada Musa dan kegilaan Harun dan Miryam dinyatakan. Salomo tidak pernah memperhatikan perempuan Etiopia ini sampai perempuan itu pergi kepadanya. Musa tidak pernah memperhatikan perempuan Etiopia ini sampai perempuan itu pergi kepadanya.
32 Baik! Saya kembali kepada Salomo dan ratu Syeba. Baik! Alkitab adalah sebuah kitab yang dikodekan. Dalam Kejadian, Allah dapat mengatakan buah padahal yang dimaksud adalah tindakan seksual. Dan Alkitab berkata bahwa ratu Syeba pergi kepada Salomo untuk melihat kebesarannya, tetapi wahyu menunjukkan bahwa ia pergi untuk melihat kebesaran manusia itu sendiri. [Catatan: Jemaat berkata: «Amin!»].
33 Dan ia mengandung dari Raja Salomo dan dari sanalah keturunan orang-orang Falasha berasal. Dan tampaknya perempuan Etiopia ini pergi hanya untuk melihat kebesaran nabi Musa. Dan orang-orang Falasha ini menjadi orang-orang besar di Etiopia, seperti Haile Selassie, tetapi tidak berarti di Israel. Orang-orang Israel bahkan tidak menganggap orang-orang Falasha ini sebagai orang Yahudi seperti mereka.
34 Ketika perempuan Etiopia ini muncul dalam Perjanjian Lama bersama Musa, mereka yang melihat iblis melalui dirinya adalah orang-orang yang jatuh dalam Bilangan 11. Mereka menyebut «iblis» kepada Allah Yang Mahakuasa yang sedang menuntun perempuan Etiopia itu kepada Musa. Itulah alasan sebenarnya dari kematian mereka dan hal itu berlanjut kepada Harun dan Miryam pada pasal berikutnya. Kalian lihat? Mereka sudah merasa jengkel karena manna yang sama, panas dan kehausan di padang gurun, dan ketika Musa melakukan hal itu, mereka bahkan tidak memperhatikannya! Kalian lihat? Tetapi itu tidak menjadi alasan bagi mereka karena mereka adalah umat Allah dan mereka seharusnya mengenali Allah melalui hal itu, mereka telah melihat tangan Allah dan Firman Allah bersama Musa dan mereka seharusnya mengenali Allah melalui hal itu.
35 Mari kita membaca misalnya Keluaran pasal 19: «Dan seluruh gunung Sinai berasap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur peleburan, dan seluruh gunung itu sangat gemetar. Dan ketika bunyi sangkakala semakin lama semakin kuat, Musa berbicara dan Allah menjawabnya dengan suara». Kalian lihat? Dan Allah mengingatkan hal itu kepada Harun dalam Bilangan 12.
36 Dan dua kali, Musa tinggal dalam keilahian bersama Allah dan para malaikat kudus dan Alkitab berkata bahwa bahkan anak-anak Israel tidak dapat memandang wajahnya karena kemuliaan itu. Amin! Marilah kita berdiri sekarang untuk berdoa.