en-en
fr-fr
es-es
pt-pt

Kacou 8 (Kc.8) : Pertemuan oikumene
(Khotbah pada Minggu pagi, 12 Januari 2003 di Locodjro, Abidjan, Pantai Gading)
1 Aku ingin berbicara tentang pertemuan oikumene. Nabi-nabi telah membicarakannya dan hal itu terjadi pada tanggal 09 Januari 2003. Sebuah tanda sejarah telah diberikan. Alkitab dan Al-Qur'an telah saling bertemu. Orang-orang Katolik, Protestan, Injili, gereja-gereja yang dipulihkan dan didirikan kembali, umat Muslim, umat Buddha, pengikut Mahikari, Rosikrusian, agama-agama tradisional, Eckankar, iman Baha'i, para politisi, ordo-ordo mistik… Semuanya berkumpul di Istana Olahraga Treichville untuk berdoa. Untuk berdoa kepada siapa? Aku tidak tahu! Hal itu di luar pemahamanku. Hal itu di luar federasi gereja-gereja. Itu adalah apa yang tidak dapat dibayangkan oleh seorang manusia.
2 Dan, mengikuti teladan para nabi, mengikuti teladan semua orang yang telah mendahuluiku pada zaman dahulu, aku berada di sana! Aku berpikir akan menemukan nabi-nabi di sana, tetapi tidak ada seorang pun. Di manakah orang-orang yang membawa kebenaran pada pertemuan bersejarah ini? Aku telah melihat dalam wahyu guruh-guruh dan kilat-kilat kemurkaan terhadap Istana Olahraga itu. Kemudian, aku melihat gerhana. Semua orang Kristen, umat Muslim, dan ordo-ordo mistik berkumpul bersama Presiden Republik dan mereka berdoa untuk perdamaian. Allah mana yang mereka sembah dalam doa? Aku tidak tahu!
3 Dan keesokan harinya, aku melihat di sebuah surat kabar Injili, judul yang menghujat ini: "Alkitab Bersatu dengan Al-Qur'an"; Kardinal Bernard Agré, Imam Idriss Koudouss, Pendeta Ediemou Jacob, Pendeta Benjamin Boni, presiden gereja Metodis… Mereka semua ada di sana, di sampul surat kabar itu, saling bergandengan tangan. Bukankah aku selalu mengatakan bahwa Iblis adalah allah dari gereja-gereja ini, dan bahwa kelelawar adalah lambang spiritual mereka? Bukankah Allah telah menempatkan kelelawar di jantung Plateau yang merupakan jantung kota Abidjan dan jantung Pantai Gading?
4 Tetapi apa yang terjadi pada tanggal 9 Januari itu? Jadi, sangat pagi pada tanggal 09 Januari itu, aku berada di sana bersama para polisi dan tentara (gendarme) dan dengan Alkitab yang sudah terangkat menentang Istana tersebut, aku terus berteriak melalui megapon: "Pagi inilah musuh-musuh Allah akan berkumpul di tempat ini! Pagi inilah musuh-musuh Allah dan musuh negara akan berkumpul di tempat ini!". Dan orang-orang memintaku untuk mengatakan: "teman-teman dan musuh-musuh Allah…", tetapi ketika mereka melihat bahwa aku tidak mendengarkan mereka dan bahwa mereka tidak dapat memengaruhiku, mereka menghasut para polisi dan gendarme untuk melawanku dengan berkata: "Perkataannya mengganggu kami, kami tidak bisa berdoa dengan suara itu di belakang kami! Tangkap dia!". Para polisi mencoba, tetapi aku tidak menyerah.
5 Dan sekitar pukul 09.00, seorang pejabat kepolisian keluar dari Istana untuk datang menangkapku atas hasutan tersebut, tetapi aku tidak menyerah. Kami terlibat adu mulut dan dia mengerti. Aku berkata kepadanya: "Tuan, Anda berada di sini atas nama tuan Anda dan aku pun berada di sini atas nama Tuanku". Kemudian dua polisi lainnya datang, tetapi aku tidak melihat diriku akan menyerah sebelum pukul 10.00. Hal itu berlangsung demikian hingga pukul 10.30.
6 Dan di sana, seorang pria yang memperkenalkan dirinya kepadaku sebagai sekretaris nasional federasi gereja-gereja datang dari Istana dengan mengenakan jubah hitam. Dia sudah pernah mendengar tentang nabi Kacou Philippe, tetapi dia tidak tahu bahwa itu adalah aku. Dia berkata: "Sejak pagi kamu hanya mengulang-ulang kalimat ini. Presiden Republik dan para pejabat akan berada di sini dan ini tidak akan memberikan citra yang baik bagi gereja-gereja kita". Kemudian, dia meminta polisi untuk menangkapku jika aku melanjutkannya. Komandan mereka berkata kepada anak buahnya: "Jika dia mengulanginya lagi, tangkap dia".
7 Aku berkata kepadanya: "Jika aku ingin melanjutkannya, aku akan melakukannya karena Alkitab tidak dapat tunduk pada pakaian seragam tentara! Apakah kamu yang mengutusku untuk berada di sini?". Dan aku dikelilingi oleh polisi yang siap menangkapku, dan aku berbicara begitu keras sehingga dia mengoreksi perbuatannya dengan berkata: "Jangan tangkap dia, tetapi ambil megaponnya!". Aku tidak tahu berapa kali megaponku telah direbut secara paksa.
8 Dan pada pagi hari itu, semua pengakuan iman agama berada di sana. Di dalam antrean, aku melihat orang-orang Muslim yang mengenakan jubah boubou, orang Katolik, pengikut Eckankar, dan seterusnya... dan mereka semua memandangku seolah-olah mereka tidak datang untuk berdoa. Mereka memandangku seolah-olah aku adalah iblis mereka, padahal mereka datang untuk berdoa.
9 Dan perkataan sekretaris federasi gereja-gereja itu seperti pemindahan roh-roh jahat kepada para polisi karena mereka menjadi emosional dan marah. Dan di sana ada tentara, gendarme, dan polisi. Dan di antara para tentara itu, ada seorang Branhamis, yaitu ayah dari Saudara Fabrice. Padahal sebelumnya, aku telah melihat tulisan nama semua gereja ini di pintu Istana.
10 Jika kamu adalah anggota dari suatu gereja yang merupakan anggota dari federasi gereja-gereja, maka kamu bersalah di hadapan Allah meskipun kamu tidak berada di dalam Istana pada hari itu.
11 Gereja-gereja telah menerima bala bantuan roh-roh jahat pada tanggal 09 Januari ini, dan itu adalah karena kebangunan rohani orang-orang kudus yang sudah berlangsung, dan melalui pelayanan Matius 25:6 ini. Dan sudah ada di dalam diri kita urapan yang akan memicu kebangunan rohani ini. Dan aku telah memberitahukan kepadamu melalui Firman Tuhan bahwa kebangunan rohani ini akan ditentang oleh federasi-federasi gereja, karikatur satanik yang tidak lain adalah persekutuan para penyihir berselimutkan domba.
12 Jika kamu memperhatikan, pejabat federasi gereja-gereja dan pria berjubah hitam itu keluar dari Istana, dari kuburan itu, membawa luapan roh-roh jahat yang mereka teruskan kepada para polisi. Kamu lihat? Lihatlah Matius 8:28 sampai 34, ketika Tuhan Yesus Kristus menyembuhkan orang gila di Gadara itu, roh-roh jahat yang sama masuk ke dalam babi-babi, kemudian ke dalam air... kemudian ke dalam diri para gembala... kemudian ke dalam diri penduduk desa yang mengusir Tuhan Yesus.
13 Sejak zaman dahulu, semua orang yang dibangkitkan Allah telah bertindak demikian meskipun tanpa sarana, karena karya Allah tidak bergantung pada uang; dan berdiam diri di dalam bait suci untuk menghakimi atau menghukum serta mengatakan bahwa kamu adalah yang terbaik, itu bukanlah karya Allah melainkan bentuk penyesatan lainnya. Itu bukanlah apa yang diajarkan oleh para nabi, para rasul, dan Tuhan Yesus Kristus Sendiri melalui pelayanan mereka kepada kita. Kebenaran itu menantang dan memaksakan dirinya di lapangan, bukan di dalam gereja atau dalam malam-malam doa, melainkan di lapangan.
14 Jika kamu tidak memiliki sarana, berjalanlah! Aku telah berkhotbah di mana-mana hingga hari ini tanpa menerima uang dari siapa pun, kecuali seorang pria yang membawakanku sedikit beras ke rumah. Padahal, aku belum pernah melihat seorang penginjil atau nabi dari gereja-gereja ini yang tidak menerima cek, vila, kendaraan, dan hal-hal lainnya.
15 Jangan mengingini apa yang tidak kamu miliki. Melalui Injil ini, aku telah memilih jalan yang sempit bersama kamu, maka bertahanlah dengan teguh! Jika Surga tertutup bagi mereka, kekayaan merekalah yang tidak akan menemukan jalannya. Jika hal itu tidak diberikan kepadamu dari Surga sebelum dunia dijadikan, kamu tidak dapat memberikan segelas air dari Matius 25:32 sampai 35 ini kepada seorang pilihan. Apa yang dilakukan pada kayu yang hijau, itulah yang akan dilakukan pada kayu yang kering. Seorang hamba tidak lebih besar daripada tuannya. Kamu lihat?
16 Pada tanggal 09 Januari itu, setelah berteriak dari jam tujuh hingga jam sepuluh, aku menginginkan sisa air yang mereka buang, tetapi jika ada orang yang berani memberikannya kepadaku, orang banyak itu akan menyerangnya. Kamu lihat? Mereka semua memandangku dengan kebencian seolah-olah mereka tidak datang untuk berdoa. Pandangan-pandangan seperti Kain! Kamu lihat? Di sana ada umat Muslim yang mengenakan boubou, orang-orang Metodis, Katolik, Baptis yang wajahnya aku kenali. Kakak iparku, suami dari sepupuku Claudine, yang merupakan seorang pengkhotbah Metodis berada di dalam barisan. Dan tepat di belakangnya, ada seorang Muslim yang mengenakan boubou. Kamu lihat? Kambing, babi, ayam, dan anjing berkumpul bersama.
17 Saudara-saudara, berkhotbahlah dan jangan takut kepada mereka yang menyebut diri mereka nabi. Itu adalah roh-roh sihir yang sama yang telah mapan di gereja-gereja. Alkitab telah meramalkannya dalam Matius 24:24. [Ndr: Jemaat berkata: "Amin!"].
18 Dari semua pelayanan, masa lalu nabi utusan diperhitungkan sejak lahirnya. Bahkan kehidupan seorang pendeta! Seseorang yang memiliki anak di luar nikah atau sebelum menikah tidak dapat menjadi pendeta. Dia dapat melakukan pekerjaan seorang pendeta, tetapi dia tidak dapat menjadi pendeta. Seorang penginjil boleh saja, tetapi bukan pendeta atau nabi. Demikian pula jika istrinya tidak tunduk atau jika istrinya memiliki anak di luar nikah. Lihat Yeremia 1:5, Hakim-hakim 13:3 sampai 4, Lukas 1:13 sampai 15...
19 Kamu tidak boleh pernah menjadi seorang berandalan, mengenal wanita, mengonsumsi minuman keras, atau merokok lalu kemudian menjadi pendeta atau menjadi nabi Allah, apa pun penglihatan yang kamu miliki. Dia dapat melakukan pekerjaan seorang pendeta untuk sementara waktu, tetapi dia tidak dapat menjadi pendeta. Demikianlah adanya.
20 Dan seorang nabi atau pendeta membutuhkan kesaksian yang baik… Kamu wajib memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut; jika tidak, diamlah! Kamu lihat? Jika setelah mendengar tentang nabi Kacou Philippe, kamu mendapati dirimu berada dalam kondisi-kondisi ini, kamu tidak dapat lagi menjadi pendeta dalam Pesan ini. Aku tidak berbicara tentang mereka yang datang dalam kondisi ini. Tetapi sejak saat kamu mendengar tentang nabi Kacou Philippe atau jika kamu datang ke Pesan ini lalu kamu kembali ke dunia untuk melakukan hal-hal tersebut, kamu tidak akan pernah bisa lagi menjadi pendeta dalam Pesan ini. [Ndr: Jemaat berkata: "Amin!"].
21 Demikian pula, jika kamu seorang pendeta sebelum menikah, hukum mengatakan bahwa imam harus mengambil seorang wanita yang masih perawan. Imamat 21:13 sampai 14 / Yehezkiel 44:22.
22 Apa yang tidak diberikan Allah kepadamu dari Surga, janganlah kamu ingini. Ingatlah bahwa di Surga, semua malaikat yang ingin memiliki pelayanan besar seperti pelayanan Gabriel telah dicampakkan ke bumi. Jika Allah telah mengutusmu untuk suatu karya di bumi, Dia akan memeliharamu di tengah kebusukan ini. Pelayanan bukanlah urusan berkhotbah benar atau berteriak atau melompat-lompat di hadapan orang-orang, melainkan ini juga adalah masalah kehidupan.
23 Sekarang dengarkanlah perumpamaan yang disampaikan Allah penguasa Surga kepada umat manusia ini. Allah menimpa sebuah desa yang sangat tidak setia kepada-Nya dengan kebutaan. Namun dalam belas kasih-Nya, Dia mengutus seorang nabi untuk menyembuhkan mereka. Tetapi mereka berkata kepada nabi itu: "Kami tidak ingin melihat lagi karena sejak kebutaan kami, kami mendapatkan segalanya secara gratis dan seluruh dunia memperhatikan kami. Maka maafkan kami di hadapan Allah, dan apa buktinya bahwa Allah yang telah mengutusmu?".
24 Dan pada suatu hari, desa tetangga berunding dan berkata: "Kita bercocok tanam, kita menderita dan tanah tidak menghasilkan apa-apa bagi kita. Kita mati kelaparan sementara desa yang buta itu memiliki segalanya dengan berlimpah. Mari kita bunuh mereka dan ambil tanah mereka serta segala sesuatu yang telah diberikan kepada mereka". Dan mereka mengambil gada-gada di tengah hari bolong, pergi ke tengah-tengah desa yang buta itu dan mulai berteriak: "Datanglah kepada kami! Kami datang membawa karung-karung beras, minyak, dan pakaian. Kami adalah dewan dan federasi gereja-gereja, kami adalah Saudara-saudaramu di dalam Kristus". Maka mereka pun keluar. Namun, nabi itu setelah melihat mereka, melarikan diri bersama keluarganya.
25 Dan tetangga yang bersembunyi itu keluar lalu mulai memukuli mereka sampai mati. Sebagian berteriak: "Kasihanilah kami! Oh kasihanilah kami!". Mereka berteriak dengan tangan terulur ke depan seperti ini! Yang lain berteriak: "Tapi apa yang terjadi? Hentikan mereka!!! Hentikan mereka!!! Hentikan mereka!!!". Saudara-saudara, itu sangat menyedihkan. Desa yang buta itu dimusnahkan. Tetapi dalam penderitaan mereka, mereka semua berteriak: "Kami ingin melihat, kami menginginkan nabi itu, di manakah nabi itu? Kami ingin melihat kembali…". Bahkan mereka yang tidak keluar pun dibunuh. Kamu lihat?
26 Seperti yang terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah yang akan terjadi pada generasi yang tidak percaya ini beserta gereja-gerejanya. Siapa yang memiliki telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar! Bab serupa: Kc. 40